
SINDANG BELITI ULU – Aula Kantor Camat Sindang Beliti Ulu (SBU) menjadi saksi bisu antusiasme warga dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong Masa Sidang Ke-4 Tahun Anggaran 2025, Senin (8/12). Agenda rutin parlemen ini dihadiri langsung oleh tujuh legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang berkomitmen mengawal suara masyarakat di tingkat kabupaten.
Ketujuh wakil rakyat yang hadir tersebut adalah Ricko Chandra (Gerindra), Nirwan Paraji (NasDem), Endang Ismarinda (PKB), Destiansyah (PDI Perjuangan), Rosni Harwarna (Golkar), Benny Sanjaya (Demokrat), dan Saibani (PAN). Kehadiran formasi lengkap ini menunjukkan keseriusan dewan dalam merespons kebutuhan masyarakat di wilayah Lembak.
Komitmen Kawal Keluhan Warga
Dalam sambutannya yang dimulai tepat pukul 11.00 WIB, Destiansyah menekankan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanat Undang-Undang yang wajib dijalankan. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota dewan siap menampung berbagai usulan, baik yang bersifat pembangunan fisik maupun pemberdayaan nonfisik.
“Kami hadir di sini untuk menjemput bola. Jangan ada keraguan dari masyarakat untuk menyampaikan persoalan, mulai dari bantuan sosial hingga kendala di sektor pertanian,” ujar Destiansyah. Kehadiran perwakilan dinas terkait dalam acara tersebut juga dimaksudkan agar permasalahan teknis di lapangan dapat langsung mendapatkan penjelasan dan solusi awal.
Lebih lanjut, ia mendorong warga untuk lebih vokal dalam menyuarakan kendala yang selama ini sulit terurai di tingkat desa. Menurutnya, DPRD adalah pintu gerbang bagi rakyat jika komunikasi di tingkat bawah mengalami kebuntuan. “Jangan malu-malu. Jika ada masalah yang macet di tingkat desa, sampaikan kepada kami agar bisa kita carikan solusinya di tingkat kabupaten,” tambahnya dengan tegas.
Momen Emas Bagi Masyarakat
Senada dengan hal tersebut, Plt. Camat Sindang Beliti Ulu, Jenral, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran para legislator. Ia meminta warganya memanfaatkan kesempatan langka ini untuk berdialog langsung dengan para pengambil kebijakan.
“Ini adalah momen yang sangat berharga. Saya berharap seluruh keluhan yang selama ini terpendam bisa disampaikan secara terbuka. Para anggota dewan sudah membuka diri untuk mendengar, jadi mari kita sampaikan aspirasi ini demi kemajuan wilayah kita bersama,” pungkas Jenral.
Acara yang berlangsung dengan suasana dialogis tersebut berjalan tertib dan lancar. Berbagai usulan yang masuk nantinya akan dihimpun menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna dan penyusunan anggaran mendatang.












Leave a Reply